5 November 2018

   
                         Politik VS Sepakbola

      Dalam momentum seperti sekarang ini, banyak orang yang mungkin berasumsi “apa bedanya sepakbola dengan politik?” Ketika keduanya saling serang dan menjatuhkan lawan dengan segala macam strategi tempur andalan. Saat kuasa politik memiliki tim sukses dan bahkan kini nampaknya ada juru tempur untuk melibas lawan dengan cara apapun. Sementara di sepakbola juga memiliki suporter yang militan untuk mencapai kemenangan, bahkan sampai beradu otot demi sebuah kejayaan. Namun saya rasa sepakbola lebih murni tanpa memasukan unsur diluar konteks sepakbola itu sendiri. Sekalipun bertempur hanyalah sebatas urusan “sepakbola” (entah itu masalah rival suporter, saling ejek, menjaga reputasi, dan lain-lain).

      Tapi kenapa tampak begitu berbeda ketika berbicara soal politik. Seperti kita liat keadaan sekarang, politik semakin asik bercampur dengan unsur agama, suku, dan ras yang mungkin secara sengaja atau tidaknya, agar menambah keseruan didalamnya. Sehingga timbul kebencian dan saling tuding, bahkan merasa paling benar. Tidak putus sampai disitu, politik juga melibatkan orang-orang sumbu pendek yang “mungkin”  dianggap turut memeriahkan parade politik yang sedang marak di media. Sehingga media pun serasa dimanjakan dengan leluasa menyajikan kepada kita semua yang terkadang bukan pada dasar kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar